Beli Vespa Bekas, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Beli Vespa Bekas, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Vespa merupakan skuter asal Italia yang dipasarkan di Indonesia dengan harga yang cukup tinggi. PT Piaggio Indonesia selaku pemegang mereknya, mengandalkan nuansa premium dalam panjualan motor tersebut. Salah satu cara memiliki Vespa dengan budget yang lebih terjangkau adalah dengan membelinya dalam kondisi bekas.

Namun saat membeli Vespa bekas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak mengalami kerugian. Denil Sagita selaku pemilik Scooter VIP mengatakan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli Vespa bekas. Dua di antaranya adalah memperhatikan lebih lanjut pada kondisi mesin dan kaki-kakinya.

Foto: Brian

"Kalau Vespa matic yang pertama kali dilihat pasti kan dari segi safety dulu. Pertama lihat dari mesin-mesinnya dulu, apakah mesinnya masih standar ting-ting dari pabrik atau mesinnya sudah dimodifikasi? Kalau modifikasi ya harus dilihat juga," ujar Dennil saat ditemui OtoMods beberapa waktu lalu.

Menurutnya modifikasi di bagian mesin tidak semuanya dilakukan dengan benar. Denil menyarankan, calon pembeli dapat melihat dari sisi suara mesin. Jika suara knalpot terasa aneh, biasanya terdapat kerusakan atau pemasangan komponen modifikasi yang tidak sesuai.

Foto: Brian

"Biasanya itu gua dengerin knalpotnya, itu kalau bunyinya ngaco langsung nebak bahwa noken as-nya diganti. Kalau sudah diganti, saya enggak bakal mau, karena sudah kebayang sejarahnya gimana. Makanya kalau menurut gua lebih baik yang standar saja, jangan yang sudah modifikasi bore-up," lanjutnya.

Namun jika modifikasi yang dilakukan oleh penjual menggunakan komponen Polini dan Malossi, biasanya motor masih dalam keadaan bagus. Menurutnya, kedua komponen tersebut memiliki harga yang sangat mahal. Sehingga pemilik atau penjual tentunya sangat mengerti dan merawat motor tersebut.

"Kalau mau cari Vespa benar-benar bekas, apapun itu ya cari yang benar-benar standar. CVT sudah modifikasi enggak masalah karena dia tidak memiliki dampak langsung ke area mesin. Tapi kalau sudah kena mesinnya itu bahaya, apalagi kalau kelistrikan dan lain-lainnya, susah deh," paparnya.